Pengabdian Masyarakat: Pemasangan Teknologi RFID pada Hutan Rakyat

berita
October 9, 2018

Kayu merupakan salah satu bahan dasar yang cukup dibutuhkan dalam bidang industri, contohnya industri Meubel. Dari tahun ke tahun,dunia industri yang membutuhkan bahan dasar kayu semakin bertambah dan membuat banyak kayu illegal yang masuk ke dunia industri. Penggunaan kayu illegal ini harus mulai dihentikan untuk kelestarian hutan dan juga untuk mencegah illegal logging. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta melakukan pengabdian kepada masyarakat yang beranggotakan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi. Pengabdian ini dilakukan di kawasan hutan rakyat Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul padaSabtu (25/8) dan di hutan rakyat Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul (8/9). Pengabdian ini merupakan perwujudan dari salah satu tugas Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Sebelum melaksanakan pengabdian ini, para mahasiswa sudah diberikan pelatihan dan arahan terlebih dahulu, yang bertempat di Pusat Studi Lingkungan USD, Gejayan (4/8). Pada pelatihan tersebut, mahasiswa diajarkan cara mengukur pohon melalui aplikasi pada smartphone dan hal-hal penting lainnya. Pelatihan tersebut didampingi oleh Dosen Prodi Sistem Informasi UAJY, diantaranya Flourensia Sapty Rahayu, Hendro Gunawan, Yohanes Priadi Wibisono, dan dosen Prodi Teknik Industri UAJY, yaitu Parama Kartika Dewa.

Setelah melakukan pelatihan, tiga minggu kemudian kegiatan pengabdian masyarakat pun mulai dilaksanakan. Pengabdian yang dilakukan adalah berupa pemasangan RFID (Radio frequency identification) dan pendataan pohon dari hutan rakyat. Pendataan pohon dan pemasangan RFID ini dilakukan untuk mempersiapkan petani yang diwadahidalamKelompok Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) untuk mengimplementasikan sistem lacak balak. Lacak balak merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk melakukan pelacakan sebuah produk kayu, apakah benar-benar berasal dari sumber yang legal. Dengan sistem ini, diharapkan industri dapat dengan mudah mendapatkan pasokan kayu legal dari desa-desa yang berpotensi, sehingga selain bisa mendapatkan kayu yang legal, pendapatan petani juga akan meningkat.

Kegiatan ini dilakukan di dua desa yang berbeda. Desa yang pertama kali dikunjungi untuk pengabdian ini adalah Desa Pajangan, Bantul. Tim Pengabdian dari Program Studi Sistem Informasi UAJY melibatkan 10 orang mahasiswa sebagai tenaga pendata dan juga bekerja sama dengan UMHR Wono Lestari Desa Sendangsari serta LSM Arupa (Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam). Sedangkan dalam pengabdian kedua yang dilakukan dilakukan di DesaTerong, Tim Pengabdian dari Program Studi Sistem Informasi UAJY melibatkan 15 orang mahasiswa untuk mendata pohon dan bekerjasama dengan Kelompok Tani Hutan Jasema. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mempraktekkan apa yang telah diajarkan pada saat pelatihan, diantaranya mendata tinggi, diameter, dan data-data pohon lainnya, serta melakukan pemasangan RFID.

Nantinya, setelah dilakukannya pengabdian ini diharapkan secara perlahan-lahan kayu yang bisa masuk ke industri hanyalah kayu yang legal saja, sehingga membuat hutan-hutan tetap lestari dan juga membantu para petani rakyat serta para industri. Melalui pengabdian ini pula, diharapkan mahasiswa prodi Sistem Informasi UAJY dapat menambah pengalaman dan pengetahuan mereka sehingga bisa memberikan dampak positif bagi sesama.