Kuliah Lapangan ke Negeri Gajah Putih Part II


  Finally, sudah memasuki hari berikutnya setelah kami beristirahat dari lelahnya perjalanan yang kami tempuh dari Indonesia hingga tiba di Bangkok, Thailand, dan tibalah saatnya bagi kami untuk melakukan kunjungan ke perusahaan. Sebelumnya, untuk cerita mengenai keberangkatan dapat dibaca di part I ya. Kembali ke topik, di negeri ini kami mengunjungi 2 perusahaan yaitu Ichitan dan Bangkok Post.

 

   Perusahaan pertama yang kami kunjungi pada 8 Oktober 2019 adalah Ichitan. Ichitan merupakan perusahaan minuman Thailand yang memproduksi minuman teh hijau, minuman herbal, minuman berperisa buah, hingga minuman energi yang tidak hanya dipasarkan di Thailand tetapi juga diekspor ke negara lain.    Perusahaan Ichitan terletak di kota Ayutthaya dan memakan waktu sekitar 40-50 menit dari pusat kota Bangkok. Ketika tiba di perusahaan ini, kami amazed banget dengan bangunan hingga interior dari perusahaannya. Ichitan sendiri menyebut dirinya dengan Ichitan Green Factory dimana proses industrinya tidak memberikan efekyang buruk terhadap lingkungan.

 

 Kami pun disambut oleh salah satu tour guide dari Ichitan dan melaksanakan tour di perusahaan Ichitan dimana kami diajak untuk menambah wawasan mengenai sejarah teh, produksi botol plastik, hingga bagaimana mereka menggunakan teknologi dalam proses industrinya yang tentunya ramah bagi lingkungan. Dapat dikatakan bahwa mengunjungi Ichitan saja sudah seperti mengunjungi 2 hingga 3 perusahaan dikarenakan pabrik yang mereka miliki sangat berbeda, sudah sangat modern, dan hampir keseluruhan proses produksi menggunakan teknologi, SDM yang sangat sedikit untuk memantau proses produksi. Selain itu hal menarik lainnya adalah cara bagaimana mereka mengatur biaya, hingga bagaimana mereka berperan aktif dalam lingkungan dan juga masyarakat Thailand. Pokoknya keren banget dan most visited banget ini perusahaan! *tidak diendorse ya*

 ​  

 Setelah menyelesaikan tour sekitar 2 jam, kami pun dipersilahkan untuk mengambil salah satu minuman untuk kami konsumsi dan tentunya gratis hehe. Ichitan sendiri juga membuka tour bagi siapa saja yang ingin melihat langsung proses produksi Ichitan dan menambah wawasannya mengenai teh dan hal-hal yang berhubungan dengan Ichitan. Selain itu, Ichitan juga membuka gerai seperti Gelato hingga gerai yang menjual souvenir seperti kaos yang terbuat dari botol plastik, topi, dan lainnya. Perusahaan Ichitan sangatlah worthed untuk dikunjungi selain menambah wawasannya yang banyak, tempatnya juga sangatlah bagus sehingga bisa menambah koleksi foto seperti yang sudah disebutkan sebelumnya hehe. Sebelum meninggalkan Ichitan, tentunya ada penyerahan kenang-kenangan dari Kaprodi kita nih a.k.a Mr. Blank On dan foto bersama dengan patungnya Mr. Tan yang merupakan big bossnya Ichitan nih gais.

Kemudian pada 10 Oktober 2019, kami melakukan kunjungan ke perusahaan kedua yaitu Bangkok Post. Bangkok Post merupakan perusahaan surat kabar Thailand yang sehari-hari mencetak surat kabar dalam bahasa Inggris yang melakukan penerbitan pertamanya pada 1 Agustus 1946. Tidak hanya di pusat kota Bangkok, tetapi koran-koran mereka juga didistribusikan ke negara tetangga seperti Laos, Kamboja dan Vietnam. Sudah beberapa tahun belakangan ini Bangkok Post mulai mendigitalisasi surat kabar mereka. Selain berita berbahasa Inggris, berita dengan bahasa Thailand juga mereka unggah pada situs yang mereka punya agar dapat dibaca oleh masyarakat Thailand.

 Selama di Bangkok Post, kami diperlihatkan bagaimana mereka menggunakan sistem informasi untuk membantu proses bisnis yang mereka jalankan. Dahulu mereka menyimpan semua arsip koran yang pernah diterbitkan dalam bentuk kliping, namun semenjak banjir besar yang melanda Thailand pada tahun 2011 mereka mulai beralih ke penyimpanan database sebagai tempat mengarsipkan berita-berita yang pernah mereka terbitkan. Tetapi hingga saat ini, mereka masih mengarsipkannya dalam bentuk kliping sebagai cadangan jika terjadi sesuatu terhadap sistem database mereka. Memang sih terkesan ribet dan kenapa tidak salah satunya saja, tapi ini dapat dikatakan sebagai planning jika salah satunya terjadi apa-apa so it’s one of right step.

 Selain itu, kami diajak berkeliling kantor Bangkok Post baik dari mengunjungi tim editorial, tim yang menangani pengarsipan data, hingga tim yang memastikan segala sesuatunya telah berjalan dengan baik sebelum berita disalurkan ke percetakan untuk mencetak berita keesokan harinya. Bangkok Post sendiri juga memiliki karyawan asing dimana mereka mengatakan bahwa hal ini sangat membantu mereka dalam menyusun tutur kalimat di berita yang akan mereka salurkan. Namanya juga perusahaan lokal yang memproduksi konten bahasa inggris, jadi memang tetap diperlukan tenaga asing yang menguasai bahasa tersebut agar tidak terjadi misunderstanding dalam kontennya gais.

Saat ini, memang tidak dapat dipungkiri bahwa persaingan di bidang media sangatlah ketat dan kompetitif. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Bangkok Post dalam menghadapi tersebut adalah dengan mendigitalisasi surat kabar mereka sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Selain itu, mereka juga membeli surat kabar pesaingnya sebagai acuan ataupun referensi dalam menentukan berita dan bagaimana pesaingnya mampu menarik perhatian pembaca. 

 

Setelah menyelesaikan tour selama kurang lebih 3 jam, kami pun melakukan sesi foto bersama dan penyerahan plakat yang diwakili oleh Mr. Blank On a.k.a Kaprodi kita. Kemudian, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke Ratchada sebagai destinasi terakhir kami di hari terakhir karena keesokan paginya kami sudah kembali ke tanah air, Indonesia. Sekian untuk cerita mengenai kunjungan ke perusahaan di Thailand. Yuk lanjut ke cerita kepulangan kami untuk kembali ke Indonesia di part III, see ya!

-->