Meriahnya Multi Event 2011


Sabtu(9/4) lalu suasana kampus 3, khususnya dari Fakultas Teknologi Industri, kembali dimeriahkan dengan adanya acara Workshop yang merupakan acara puncak dari rangkaian acara Multi Event (ME) yang diadakan oleh HIMAFORKA. Cukup berbeda dengan ME tahun lalu yang hanya dilaksanakan dalam 1 hari, Thirda Helga yang merupakan ketua dari acara ME tahun ini mencoba menyajikannya dalam 3 hari. Dengan mengangkat tema Technopreneurship, konsep rangkaian acara ME kali ini meliputi Expo dan Food court yang mulai dibuka pada hari kamis (7/4), seminar yang dilaksanakan pada hari jumat (8/4), dan workshop yang dilaksanakan pada hari sabtu (9/4) sebagai acara puncaknya.

Suasana Seminar "Technopreneurship"

Diawali dengan Expo dan food court yang dibuka selama 3 hari, kemeriahan pun terlihat di parkiran tengah kampus 3 Gedung Bonaventura UAJY. Dengan penataan stand-stand di sekitar parkiran mobil, para mahasiswa pun dapat ikut merasakan atmosfirnya. Bagaimana tidak meriah, dalam pelaksanaan expo kali ini panitia berhasil menggaet berbagai sponsor seperti Sumber Baru Motor dan Dealer Honda yang ikut berpartisipasi dalam membuka stand. Tidak hanya itu saja, terdapat setidaknya 7 stand makanan yang cukup menarik dan bervariatif. Dari stand makanan sendiri, mahasiswa dapat mencicipi berbagai makanan baik dari dalam negeri hingga luar negeri. Untuk makanan dalam negeri sendiri, terlihat stand-stand yang menjual makanan khas daerah seperti coto makasara, soto banjar, es pisang hijau, dan sebagainya. Sedangkan untuk makanan luar negeri terdapat makanan yang berasal dari Negara Matahari Terbit yaitu Takoyaki, serta tak kalah menariknya Mie Korea. Tidak mau ketinggalan, tim usaha dana dari HIMAFORKA sendiri turut berpartisipasi dengan membuka stand yang menjual pelbagai makanan ringan dan minuman.

Untuk melengkapi acara expo tersebut, panitia pun sudah menyiapkan sebuah panggung mini yang cukup sederhana. Keberadaan panggung  yang dilengkapi dengan beberapa jenis alat musik tersebut pun tidak henti-hentinya mengiringi kemeriahan yang terlihat pada stand-stand. Diisi oleh berbagai band maupun duet yang ditampilkan panitia pun menarik perhatian dari pengunjung. Tidak mau kalah dengan panitia, berbagai mahasiswa pun turut menyumbangkan suara dan skill mereka dalam memainkan music untuk memeriahkan acara expo tersebut. Demikianlah kemeriahan yang terlihat dari expo dan foodcourt yang dibuka setiap harinya mulai pukul 09.00 hingga 17.00.

Tidak kalah meriah dengan suasana di parkiran tengah, auditorium pun turut berpartisipasi dalam acara ini. Acara seminar yang dipandu oleh duet Roy Hamonangan Rajagukguk dan Jastuti Herlina Gulton ini juga menarik perhatian banyak orang. Tidak hanya dari mahasiswa FTI saja, acara yang dimulai pukul 09.00 ini pun diikuti oleh berbagai mahasiswa dari fakultas lain, hingga universitas lain. Dalam seminar yang banyak membahas mengenai dunia wirausaha teknologi ini, berbagai pembicara didatangkan. Dimulai dari Denny Santoso (founder sixReps), Selina Limman (Co-Founder Urbanesia), Narendra Wicaksono (Developer Marketing Manager di Nokia Indonesa), hingga akhirnya ditutup oleh Leontinus (Co-Founder Tokopedia). Dalam kesempatan kali ini masing-masing dari mereka membagikan berbagai tips serta cerita kepada para peserta yang tentunya diharapkan dapat membuka paradigm mahasiswa, khususnya mahasiswa dari jurusan Teknik Informatika, untuk bisa membuka usaha dan tidak hanya mengandalkan mencari lapangan pekerjaan saja. Di masa yang akan datang, para peserta diharapkan dapat menjadi entrepreneur/wirausaha yang khususnya bergerak di dunia teknologi.

Adapunn salah satu kisah yang menjadi inspirasi adalah kisah yang dibagikan oleh Denny Santoso. Beliau menceritakan kisahnya seusai studinya di jurusan ilmu Komputer. Meskipun dengan title S.Kom, bukanlah menjadi masalah baginya untuk tetap menjadi seorang wirausahawan. Beliau membuka startup yang justru bergerak di bidang kesehatan, dan hal ini membuktikan bahwa meskipun dari jurusan komputer tidak berarti menjadi penghalang untuk bisa membuka usaha sendiri.

Sebagai penutup dari acara seminar ini, berbagai doorprize pun diberikan.  Dipandu oleh pembawa acara yang lebih akrab disapa Oyi dan Tuti tersebut, pembagian pun terlihat sangat menarik. Yang paling menarik adalah saat pembagian doorprize utama. Cara yang digunakan pun cukup menarik, yaitu mencari diantara peserta yang hadir yang memiliki HP keluaran Nokia dengan tahun keluaran terjadul (baca: tertua/terlama). Dimulai dengan kurang lebih 25 peserta yang mengangkat tangan, hingga akhirnya didapatkan 1 pemenang yang layak mendapatkan sebuah handphone Nokia C3 secara cuma-cuma.

Berlanjut di hari terakhir, acara ME pun ditutup dengan sebuah workshop. Masih dengan pembawa acara yang sama, kedua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Program Studi Ilmu Komunikasi yang juga merupakan penyiar Atmaradio tersebut tetap setia menemani panitia. Tidak kalah menariknya dengan seminar yang telah diadakan sehari sebelumnya, acara seminar ini pun turut mengundang pembicara-pembicara yang handal di bidangnya. Diawali dengan Erick Kurniawan yang merupakan salah satu aktivis Nokia Indonesia Community Enthusiast (atau NICE), para peserta mendapatkan berbagai pengetahuan baru serta diperkenalkan pada Ovi App Wizard Sebagai pengenalan, pembicara yang akrab disapa dengan nama Erick pun memandu para peserta untuk membuat sebuah aplikasi sederhana, yang tentunya menggunakan software milik nokia tersebut, untuk bisa menampilkan beberapa halaman blog pada handphone. Dengan panduan yang cukup jelas, para peserta pun turut asik mengikuti panduan yang diberikan hingga selesai.

Suasana Workshop

Berlanjut pada sesi berikutnya, Andi Sie (Co-founder eEvent) yang ditemani oleh rekannya Emi Surya Dewi (COO/ Business Development Manager for eEvent) turut memberikan pengetahuan yang lain. Jika sesi sebelumnya sudah diperkenalkan pada Ovi App Wizard milik Nokia, pada sesi ini para peserta diperkenalkan pada eEvent.  Tidak membuang kesempatan yang ada, para peserta diajak untuk memanfaatkan fitur-fitur yang dimiliki eEvent ketika para peserta ingin membuat sebuah acara/event. Dengan fitur-fitur yang ada, para peserta dimudahkan untuk mempublikasikan event-event yang ingin mereka adakan. Tahap demi tahap pun mereka pandu hingga akhirnya tanpa terasa waktu yang disediakan telah berlalu.

Dari kegiatan Multi Event yang berjalan dengan sangat baik ini, dapat terlihat antusiasme yang cukup tinggi baik dari pihak peserta, panitia, hingga pembicara. Selain itu pihak panitia sendiri memiliki harapan bahwa ilmu yang didapat  dari rangkaian acara ini dapat dipakai sebagai bekal para peserta di masa yang akan datang.

(YP-TH/IMAGE)